Jumat, 21 September 2012

"Terima kasih Tuhan"

Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke Surga dan seorang Malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di Surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para Malaikat.

Malaikat yang mengantarku berhenti di d

epan ruang kerja pertama dan berkata,
" Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima".
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini
begitu sibuk dengan begitu banyak Malaikat yang me-milih2 seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang
panjang, lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Disini kemuliaan dan berkat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya".
Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu.
Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang diminta dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk disana, hampir tidak melakukan apapun.
"Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu...

"Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?",
tanyaku. "Menyedihkan" , Malaikat-ku menghela napas. " Setelah manusia menerima berkat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih".

"Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?", tanyaku.
"Sederhana sekali", jawab Malaikat. "Cukup berkata, 'Terima kasih Tuhan' ".

"Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri ?", tanyaku. Malaikat-ku menjawab,

"Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini."

"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia."

"Dan jika engkau membaca pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu."

Juga... "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ... engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini."

"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".

"Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan
pernikahan ... maka engkau termasuk orang yang sangat jarang."

"Jika engkau masih bisa mencintai ...maka engkau termasuk orang yang besar, karena cinta adalah berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun."

"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik bila dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan
dan keputusasaan. "

Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih.
"Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anugerahmu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi".

"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." 1 Tes 5:18

Silahkan dibagikan, Tuhan Yesus mengasihi dan memberkati kita selalu.
 
 


Kamis, 20 September 2012

☆ ☆☆ ☆☆☆☆ ☆☆☆☆ ☆☆☆☆☆☆☆
╭⌒⌒╮╭⌒╮~╭⌒╮
╱◥█◣ ☆☆☆
︱田︱ ╬╬╬╬╬
Salah seorang tokoh doa yang dicatat dalam Alkitab adalah Rasul Paulus. Melalui surat-suratnya yang ditujukan kepada orang-orang Kudus pada zamannya, dia telah membuka hatinya kepada kit

a. Dalam cara yang sangat pribadi, dia telah mengajarkan kepada kita langkah demi langkah mengenai kuasa, maksud, dan praktik dari doa. Dalam Efesus 6 kita belajar mengenai perlengkapan perang dan senjata dari seorang pejuang doa. Kita diberitahu agar berdoa dengan setia dalam berbagai cara untuk saudara-saudara kita di dalam Kristus, di mana pun mereka saat ini berada. Kita bersukacita karena menurut Roma 8:26-27, Roh Kudus sendiri akan menolong kita berdoa sesuai dengan kehendak Bapa. Apabila kita berdoa "di dalam Roh" maka kita mampu untuk mendoakan doa-doa Allah, merasakan perasaan-perasaan Allah, dan memikirkan pikiran-pikiran Allah.

Mendoakan Doa-Doa Allah.

Pemikiran-pemikiran berikut didasarkan atas kebenaran yang sangat sederhana, tetapi sangat berkuasa: bilamana kita dipersatukan dengan Allah oleh Roh-Nya, kita dapat menjadi satu dengan Dia di dalam doa. Bukankah ini suatu pemikiran yang luar biasa dan ajaib. Tuhan Yesus tidak hanya ingin berdoa untuk kita, tetapi bersama kita, dan melalui kita! Penulis surat Ibrani memberitahukan kepada kita tentang hubungan khusus antara kita dengan Allah. Dia mempergunakan kata-kata yang sangat menarik, "Sebab Ia (Yesus) yang menguduskan, dan mereka yang dikuduskan (orang-orang yang mengenal Yesus), mereka semua berasal dari satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara, katanya: Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku, dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaat." (Ibrani 2:11-12) Dalam Mazmur 22:23, Daud bernubuat mengenai Yesus -- Juru Selamat. Daud juga mengatakan, "Roh Tuhan berbicara dengan perantaraanku, firman-Nya ada di lidahku." (2 Samuel 23:2) Wahyu 19:10 berkata, bahwa "kesaksian Yesus adalah Roh Nubuat." Kadang-kadang nabi-nabi dari Perjanjian Lama berbicara dalam Pribadi Yesus -- seolah-olah Yesus sendiri yang berbicara.
Ibrani 2:12 mengandung arti khusus bagi kita secara pribadi. Dalam perkataan itu, Yesus seolah-olah memberitahu kepada kita sebagai saudara-saudara-Nya, semua hal mengenai Bapa Surgawi, dan bersama-sama kita akan menyanyikan pujian bagi Dia! Apa artinya dan bagaimana hal ini dapat dilakukan? Pribadi Yesus Kristus sekarang ini berada di sebelah kanan Bapa. Tetapi kehadiran Yesus adalah bersama dan di dalam kita melalui Roh-Nya. Ungkapan, "berada di tengah-tengah jemaat, Aku (Yesus) akan menaikkan pujian kepada-Mu (Bapa)" sungguh menarik. Yesus memberitahu kepada kita bahwa Dia masih berkeinginan untuk menyanyikan pujian kepada Bapa di tengah-tengah kita. Kita adalah jemaat dari Allah yang hidup. Keinginan Yesus adalah memenuhi kita dengan pujian dan penyembahan-Nya. Pada waktu kita dipenuhi Roh Kudus, Yesus menyanyikan puji-pujian kepada Bapa melalui lidah bibir kita dengan suara kita di dalam penyembahan (Efesus 5:18-19). Kita menjadi saluran yang melaluinya pujian dan penyembahan diekspresikan kepada Bapa di Surga. Tidak mengherankan Alkitab menyebut hal itu sebagai penyembahan yang diilhami "Nyanyian Tuhan!"
Sebagaimana Yesus mengekspresikan pujian dan penyembahan-Nya melalui kita, Dia juga rindu untuk mengekspresikan doa-doa-Nya melalui kita. Sebagaimana Yesus dapat memuji Bapa melalui kita, Dia juga dapat berdoa kepada Bapa melalui kita. Ibrani 7:25 memberitahu kita bahwa Yesus hidup untuk menjadi Juru Syafaat bagi kita. Melalui siapa Dia mengekspresikan doa-doa syafaat-Nya untuk kita? Kristus ingin melibatkan anggota-anggota jemaat-Nya di bumi ini. Yesus bermaksud mendoakan doa-doa-Nya melalui kita. Kita menjadi kelanjutan atau jangkauan dari syafaat surgawi-Nya di bumi. Dalam pengertian lain, Yesus adalah Kepala Surgawi dari tubuh-Nya yang ada di bumi. Kita adalah anggota-anggota dari tubuh itu. Melalui anggota-anggota tubuh-Nya inilah, kehendak-Nya dapat terjadi di bumi seperti di Surga. Tuhan Yesus masih ingin berjalan, berbicara, memberitakan Firman, dan berdoa sebagaimana yang Dia lakukan selama pelayanan-Nya di bumi. Dia mau melakukan hal ini melalui kita dengan kuasa yang luar biasa dari Roh-Nya. Di dalam terang dan pengertian ini, dengarkanlah bagaimana rasul Paulus bersyafaat bagi orang-orang percaya di Efesus.
"Aku selalu mengingat kamu dalam doaku... supaya kamu mengerti... betapa besar kuasa-Nya bagi kita yang percaya sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga... dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu." (Efesus 1:16, 19-23)
(by nuel)
Silahkan dibagikan, Tuhan Yesus mengasihi dan memberkati kita selalu.
https://www.facebook.com/SAHABAT.DOA.YESUS
 
Ikut Mengambil Bagian Pelayanan Syafaat Kristus
☆☆ ☆☆☆☆ ☆☆☆☆ ☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
╭⌒⌒╮╭⌒╮~╭⌒╮
╱◥█◣ ☆☆☆
︱田︱ ╬╬╬╬╬
Sebagai anggota dari Tubuh Kristus, adalah suatu kehormatan (kesempatan) dan tanggung jawab (hak dan kewajiban kita) untuk ikut meng

ambil bagian di dalam pelayanan syafaat-Nya. Pada mulanya, panggilan setinggi itu tampaknya seperti jauh melampaui kemampuan kita. Kita harus ingat bahwa Roh Kudus siap untuk menolong kita di dalam doa-doa kita. "Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana seharusnya berdoa, tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan... bahwa Ia sesuai dengan kehendak Allah berdoa untuk orang-orang kudus." (Roma 8:26-27) Jika kita ikut ambil bagian di dalam kehidupan doa dari Tuhan kita, kita harus belajar lebih banyak lagi tentang bagaimana Dia berdoa ketika Dia berada di bumi. Salah satu cara dalam hal mana Dia berdoa tampak agak sedikit aneh bagi beberapa orang. Ibrani 5:7 mengatakan, "Dalam hidupnya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan."
Nah bagaimana dengan SAHABAT DOA sekalian? Sudahkah kita juga ikut mengambil Bagian Pelayanan Syafaat Kristus? kalau belum, marilah belajar memahami serta bisa ikut ambil bagian itu, S3elamat merenungkan(Prayer):) (by: nuel)

Silahkan dibagikan, Tuhan Yesus mengasihi dan memberkati Anda selalu
 


"Jawaban doa"

Bacaan: I Raja-raja 3:1-15

...tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.?- Lukas 22:42

Siapapun orangnya pasti akan merasa kecewa ketika doanya belum juga dijawab oleh Tuhan. Meski begitu, Allah tetap memiliki alasan dan jawaban yang tepat atas doa-doa kita. Setidaknya ada empat jenis jawaban yang akan Allah berikan pada kita, yaitu:

1. Ketika Allah berkata, "Tidak "
Mungkin permohonan doa kita tidak benar. Tidak mungkin Allah mengabulkan doa kita jika kita menginginkan kehancuran lawan bisnis. Tidak mungkin pula Allah mengabulkan doa agar orang yang kita benci celaka. Ini karena musuh-musuh yang ada sekarang bukanlah untuk kita "bunuh", namun biarlah mereka ada agar kita bisa membuktikan penerapan kasih dan kesabaran yang diajarkan Bapa kita.

2. Ketika Allah berkata , "Luruskanlah! "
Allah tentu tidak mengabulkan doa yang berkedok. Kita terus-menerus berdoa meminta rumah yang baru dengan dalih untuk tempat persekutuan namun sebenarnya untuk kepentingan pribadi dan kesombongan semata. Dengan kata lain, Allah ingin doa kita murni tanpa kebohongan.

3. Ketika Allah berkata , "Perlahankan !"
Tidak mungkin Allah memberikan pada kita suatu pabrik yang besar dengan ratusan karyawan apabila saat ini kita masih belum mampu menangani kesulitan-kesulitan kecil. Tunggulah waktu yang tepat dari Allah, itu jawabannya.

4. Ketika Allah berkata , "Silakan !"
Orang yang dapat dipercaya dan diandalkan akan memperoleh apa yang ia mohon pada Allah. Jenis orang seperti ini tidak butuh waktu lama sebab Allah berkata , " Silakan ! "

Jadi siapapun Anda, jangan pernah bersungut-sungut apabila dalam doa kita ditolak, disuruh menunggu atau diharuskan untuk berkata jujur dulu. Mari terlebih dulu kita berkaca pada diri kita sendiri, apakah doa kita memang doa yang didasari motivasi yang benar. Sebab Allah akan menjawab doa orang yang benar-benar hidup berkenan padaNya, siapapun Anda !
Motivasi Anda dalam berdoa akan mempengaruhi jawaban doa Anda

Source: RH Spirit (Dioni)

Silahkan dibagikan, Tuhan Yesus mengasihi dan memberkati Anda selalu.
 


TUHAN DAN KEKAYAAN
☆ ☆☆ ☆☆☆☆ ☆☆☆☆
╭⌒⌒╮╭⌒╮~╭⌒╮
╱◥█◣ ☆☆☆
︱田︱ ╬╬╬╬╬
(Yohanes 10 : 10) Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.


“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” ~ Matius 6:33
Seberapapun kita mencoba untuk menghindari membicarakannya, faktanya kesuksesan di dunia ini diukur dengan satu ukuran: uang. Standar kesuksesan Alkitab memang adalah seberapa jauh kita berjalan dan hidup dalam tuntunan ALLAH, tetapi dunia mengukur kesuksesan melalui keuangan kita. Yang lebih parah, seringkali keuangan digunakan sebagai tanda apakah seorang anak TUHAN diberkati oleh TUHAN atau tidak (seolah-olah hanya uanglah yang menjadi berkat satu-satunya). Pandangan dunia yang tidak Alkitabiah ini telah membuat banyak anak-anak TUHAN yang kemudian jatuh dalam jerat dosa cinta akan uang. Motivasi untuk mendapat uang dan menjadi kaya membuat banyak anak-anak TUHAN jatuh dalam berbagai-bagai masalah. Ingatlah, tidak ada yang salah dengan menjadi kaya, tetapi ingin kaya-lah yang salah. Tidak apa untuk memiliki uang, tetapi ingin mendapatkan uang berlimpahlah yang merupakan suatu kesalahan.
Lebih dari yang disadari, sebenarnya Firman TUHAN dalam Alkitab membahas keuangan. Sebuah data menunjukkan bahwa ada 500an ayat mengenai iman, 500an ayat mengenai doa, namun ada 2000an ayat mengenai keuangan/ kekayaan. Ini bukan artinya keuangan lebih penting dari iman atau doa, tetapi artinya bahwa hal mengenai keuangan dan kekayaan merupakan hal yang penting juga bagi TUHAN. Penting karena keuangan dan kekayaan berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari anak-anak TUHAN di atas muka bumi ini. Apakah pandangan TUHAN mengenai uang, harta dan kekayaan?
1. TUHAN-lah sumber kekayaan yang sejati.
"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Matius 7:7)
Satu hal yang harus selalu kita ingat bahwa semua - ya, semua! – yang ada diatas muka bumi ini adalah milik dan dari TUHAN. Itu termasuk penghasilan, tabungan dan segala sesuatu yang kita miliki. Seringkali kita memiliki pemahaman yang keliru bahwa yang menjadi milik TUHAN hanya 10% yang selalu kita kembalikan dalam bentuk persepuluhan. Padahal sebenarnya 90% yang masih kita pegang-pun sebenarnya berasal dari TUHAN. Itulah sebabnya dalam mengelola 90% harta kita, kita pun harus bertanya kepada TUHAN bagaimana mengelolanya. Inilah salah satu yang dimaksud dengan minta-cari-dapat, yaitu kita meminta berkat hanya dari TUHAN, cari tahu dari TUHAN bagaimana untuk mendapatkannya, dan biarlah berkat-berkatNya itu ketika kita mengetok (berusaha/mengelolanya) maka pintu-pintu dibukakan; baik untuk pintu perluasan usaha/keberhasilan karir dan pintu penginjilan menjangkau jiwa-jiwa bagi kemuliaan nama TUHAN.
2. Berkatilah sebelum diberkati.
“Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.” ~ Amsal 11:24-25
Salah satu prinsip tak terbantahkan dalam hal mengelola keuangan secara Alkitabiah yaitu bahwa anak-anak TUHAN harus menabur (sekalipun dalam masa kekurangan finansial). Prinsip menabur keuangan adalah suatu cara yang ALLAH tetapkan agar anak-anak TUHAN dapat menuai di masa kelaparan. Apa yang dituai? Bisa jadi uang, bisa jadi berkat lainnya seperti kesehatan, diluputkan dari bahaya/kecelakaan dan sukacita-damai sejahtera. Jika persepuluhan adalah meterai kekayaan (Maleakhi 3:8-11) maka persembahan khusus/menabur adalah ibarat benih investasi yang kekal. Ishak menabur di masa kekeringan dan sebagai akibatnya ia diberkati oleh TUHAN sampai titik Alkitab mengatakan Ishak menjadi sangat kaya.
Menabur adalah salah satu prinsip penting dalam penggunaan keuangan. Menabur apa saja yang menyenangkan hati TUHAN?
• Menabur untuk orang miskin.
• Menabur untuk pelayanan Gereja.
• Menabur untuk kegiatan sosial yang dilaksanakan pemerintah.
• Menabur sesuai dengan petunjuk TUHAN yang Ia berikan kepada Gereja melalui Gembala/para pemimpin Gereja.
Tindakan untuk menjadi berkat sebelum diberkati artinya engkau beriman bahwa ALLAH akan tetap mencukupi segala kebutuhanmu, meskipun engkau memberikan kekayaanmu untuk penaburan. Ingatlah akan kisah janda miskin yang memberikan dua peser terakhirnya di Bait ALLAH.
3. Janganlah hatimu melekat kepada keuangan.
“Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.“ ~ Mat 6 :11
Apa atau siapakah yang menjadi harta-mu yang terutama di dunia ini ? Apakah rumahmu ? Mobilmu ? Apakah uangmu ? Firman TUHAN tegas mengatakan bahwa hatimu akan berada dimana hartamu berada. Orang yang menjadikan uang sebagai hartanya, maka hatinya akan melekat pada hal itu. Tetapi orang yang menjadikan TUHAN YESUS sebagai hartanya yang paling berharga, maka kepada-Nya lah hatinya akan melekat. Dan ketika hati seseorang melekat pada TUHAN, maka kekayaan tidaklah lagi menjadi perhatian utamanya karena ALLAH sendiri yang memastikan hidupnya tidak lagi sulit secara keuangan.
“Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah ALLAH selama-lamanya.” ~ Mazmur 73 :25-26
Bukan orang yang kaya yang tidak bisa masuk surga, tetapi orang yang hatinya melekat pada uang dan kekayaan-lah yang sukar masuk surga. Mengapa ? Karena fokus hidupnya bukan kepada TUHAN ALLAH yang justru adalah segala-galanya.
Peneguhan
Ingatlah bahwa TUHAN-lah sumber segala uang dan kekayaan. Segala seuatu yang kita miliki adalah dari DIA dan milik DIA. Bagaimana kita mengelola kekayaan/berkat TUHAN haruslah sesuai dengan keinginan dan Firman TUHAN. Sebagai anak-anak TUHAN, kita dipanggil untuk selalu menjadi berkat sebelum diberkati secara keuangan. Namun kekayaan yang terpenting bukanlah keuangan tetapi hati yang melekat kepada TUHAN yang lebih dari segala harta yang ada di dunia. (by; nuel)
Silahkan dibagikan, Tuhan Yesus mengasihi dan memberkati Anda selalu.

https://www.facebook.com/SAHABAT.DOA.YESUS
"Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.
Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian inda

h dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk,
dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: "Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!", sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: "Berdirilah di sana!" atau: "Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!",
bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?"
Baca: Yakobus 2:1-13.

Sepasang suami istri dgn pakaian sederhana datang ke kantor pimpinan Harvard University utk bertemu dgn rektor. Namun sekretaris yg memandang rendah mereka berkata: "Beliau hari ini sibuk !". Sang wanita menjawab "Kami akan menunggu.."

Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka dgn sengaja supaya pasangan tsb akan patah semangat & pergi. Namun pasangan ini tetap menunggu.
Akhirnya dgn terpaksa sekretaris memperbolehkan mereka menghadap pimpinan. Dgn wajah galak Sang Rektor menemui pasangan tsb krn mnganggap mereka mengganggu kegiatannya.

Sang wanita berkata dgn penuh harap "Setahun lalu.. putra kami yg kuliah disini meninggal krn kecelakaan.. apakah kami boleh mendirikan suatu bentuk peringatan untuknya di kampus ini ?" Sang pemimpin Harvard menjadi marah dan menjawab dgn kasar "Jika kami mengijinkan pendirian tugu utk setiap mahasiswa Harvard yg meninggal, tempat ini akan menjadi spt kuburan !"

Sang wanita menjelaskan "Kami tdk ingin mendirikan tugu peringatan, kami ingin mendirikan gedung utk Harvard." Sang pemimpin terkejut. Dia melirik lwt ujung matanya pd pakaian usang yg mrk kenakan dgn setengah berteriak berkata "Kalian perlu lbh dr 7,5 juta dolar hanya utk bangunan fisik Harvard !"

Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan "Kalau hanya sebesar itu biaya utk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja ?" Suaminya mengangguk, lalu mereka pergi.

Leland & Jane Stanford inilah yg kemudian mendirikan Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di AS.

Masih banyak dari kita yg suka berlaku spt Rektor Harvard dan sekretarisnya, menghakimi berdasarkan apa yg dilihat / apa yg di pikirkan. Banyak orang yg kita anggap remeh, malah memiliki kemampuan utk secara luar biasa menolong kita dgn bermacam cara.

Sebagai hamba2 Tuhan, kita haruslah menjaga kemurnian hati kita di hadapan Allah seperti Rasul Paulus berkata: "Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga." ( Kis 20:33 ), sebab kita percaya bahwa "Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. ( Maz 121:2 ), Sebab itu berusahalah senantiasa untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia. (Kis 24:16).

"Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia?" ( Yak 2:5 )

Silahkan dibagikan, Tuhan Yesus mengasihi dan memberkati Anda selalu.
 


Derita (Pergumulan) dari Doa Syafaat
☆☆ ☆☆☆☆ ☆☆☆☆ ☆☆☆☆☆☆☆☆☆
╭⌒⌒╮╭⌒╮~╭⌒╮
╱◥█◣ ☆☆☆
︱田︱ ╬╬╬╬╬
Ini merupakan gambaran yang menakjubkan dari Tuhan kita. Kita melihat Dia berdoa, menangis, dan berkeluh kesah dalam pergumulan jiwa yang sangat bera

t. Seseorang mungkin bertanya-tanya apa yang akan terjadi jika Yesus terdengar berdoa seperti itu di dalam salah satu dari gereja-gereja kita. Banyak yang tidak akan dapat mengerti. Beberapa orang barangkali akan beranggapan bahwa mungkin Dia secara emosi dan mental tidak seimbang lagi. Hal yang sama barangkali akan dikatakan juga tentang rasul Paulus, jika kita secara pribadi dapat melihat atau mendengar dia dalam doa. Dalam suratnya kepada jemaat di Galatia, dia berbicara mengenai perhatiannya yang mendalam terhadap keadaan rohani mereka. Mereka berada dalam bahaya menyimpang dari anugerah Allah dengan kembali pada perbudakan hukum Taurat. Mereka tergoda untuk menambahkan peraturan-peraturan hukum pada iman mereka di dalam Kristus agar dapat memperoleh keselamatan. Menambahkan sesuatu berarti merusak segala sesuatunya. Mereka berada dalam keadaan akan membelakangi karya Kristus yang sempurna di kayu salib.
Bahaya tersebut mendorong Paulus untuk berdoa bagi mereka, "Betapa Saudara sekalian menyakiti saya. Sekali lagi saya menanggung sakit seperti seorang ibu yang menantikan kelahiran anaknya. Dengan rindu saya menantikan saat Saudara akan dipenuhi oleh Kristus. (Galatia 4:19, FAYH) Doa dan syafaat Paulus di dalam Roh Kudus menyebabkan dia menderita kesakitan/pergumulan seperti seorang ibu yang akan melahirkan. Dia menderita bagi mereka di dalam Tuhan, dan merindukan agar Kristus terjelma dalam hidup mereka sepenuhnya melalui iman. Ibu-ibu dapat memahami dengan baik apa artinya menderita sakit bersalin. Kaum pria hanya dapat memahami pengalaman itu secara tidak langsung.
Paulus mempergunakan proses kelahiran untuk menjelaskan penderitaan dan pergumulannya di dalam mendoakan jemaat Galatia. Dia sudah menjadi kepanjangan atau kelanjutan dari pelayanan syafaat surgawi Kristus di bumi. Yesus menaikkan doa-doa yang penuh kuasa melalui Paulus, dan dia merasakannya! Sebagaimana sudah kita katakan pada bagian awal, Berdoa di dalam Roh adalah berdoa sebagaimana Allah berdoa dan merasakan sebagaimana Allah merasakan. Tidak heran kalau Paulus mengatakan bahwa Roh Kudus berdoa melalui kita dengan perkataan-perkataan, keluhan-keluhan, dan ratapan yang tidak dapat dikemukakan dalam kata-kata (Roma 8:26). Dia berbicara dari pengalaman! Ya, Kristus hidup untuk menjadi Juru Syafaat bagi kita dan melalui kita sesuai dengan kehendak Bapa. Biarlah kita menjadikan diri tersedia bagi Roh Kudus untuk menjadi saluran yang hidup dari doa-doa dan syafaat. (by: nuel)
Silahkan dibagikan, Tuhan Yesus mengasihi dan memberkati Anda selalu.
 
 


Bagaimana Doa Mematahkan Kuasa Kegelapan
☆ ☆☆ ☆☆☆☆ ☆☆☆☆ ☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
╭⌒⌒╮╭⌒╮~╭⌒╮
╱◥█◣ ☆☆☆
︱田︱ ╬╬╬╬╬
Penting sekali bagi kita untuk mengetahui bahwa doa-doa kita dipergunakan Allah secara khusus untuk mematahkan kuasa-kuasa kegelapan.

Pola penyembahan Perjanjian Lama merefleksikan berbagai kenyataan rohani dalam alam surgawi. Wahyu 8:3-5 berkata "Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu. Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah. Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi."
Ini merupakan gambaran nubuat tentang bagaimana doa-doa kita dipergunakan Allah untuk memengaruhi kejadian-kejadian di bumi. Keberadaan surgawi sebagaimana terlihat di atas, di mengerti melalui perencanaan denah Tabernakel Musa dan Bait Allah Salomo. Ruangan Maha Kudus adalah tempat untuk Tabut Perjanjian. Tabut tersebut adalah sebuah kotak kayu berukuran sekitar 0.6 x 0.6 x 1.2 m yang dilapisi emas. Dua kerub berlapis emas berada di tiap-tiap ujung dari penutup tabut berlapis emas, yang berhadapan dan saling menunduk. Daerah di antara kerub itu disebut Tutup Pendamaian, merupakan tempat hadirat Allah yang kudus. Di tempat inilah imam besar setahun sekali memercikkan darah untuk penyucian dosa-dosa umat. Mezbah Dupa terletak tepat di luar ruangan Mahakudus di tengah-tengah ruangan kudus. Ruangan tersebut dipisahkan dari tempat kehadiran Allah yang Kudus dengan sebuah tirai. Mezbah Dupa dan bahan-bahan yang dipersembahkan kepada Allah menjadi suatu gambaran khusus atau bayangan dari pelayanan pujian dan doa di dalam Roh Kudus.
Dupa adalah campuran tepung wangi-wangian yang menimbulkan bau harum waktu dibakar. Dupa terbuat dari empat unsur yang diperoleh dari tanaman-tanaman yang dihaluskan. Kemenyan -- salah satu unsur yang dipergunakan berupa bubuk putih yang dimurnikan. Beberapa orang beranggapan bahwa bubuk putih ini menggambarkan kebenaran Allah. Kalau dicampur dengan tiga bagian lain yang menggambarkan bagian manusia, maka dupa tersebut akan menjadi suatu korban persembahan berbau harum yang menyenangkan Allah. Dalam Wahyu 8:3-5, dupa dikaitkan dengan doa dan penyembahan dari orang-orang kudus. Bilamana doa-doa kita dicampur dengan kemurnian/kebenaran dari Roh Allah, semuanya akan naik ke hadapan-Nya sebagai suatu korban persembahan yang berbau harum dan menyegarkan. Ibrani 9 memberitahu kita bahwa tabernakel Musa adalah pola (gambaran arsitektur) atau bayangan dari hal-hal sebagaimana keadaan sebenarnya di Surga. Dengan kata lain ada bait Allah yang sebenarnya di Surga. Di dalamnya ada Tabut dan Tutup Pendamaian Surgawi. Di sinilah Yesus membawa darah-Nya sendiri sesudah kematian-Nya, dan memercikkannya pada takhta kemurahan surgawi agar dosa-dosa kita dibayar dan ditutupi selama-lamanya. (by Nuel)
Silahkan dibagikan, Tuhan Yesus mengasihi dan memberkati kita selalu.
 


Apa Yang Harus Dilakukan Untuk Memenangkan Ujian Iman?
╭⌒⌒╮╭⌒╮~╭⌒╮
╱◥█◣ ☆☆☆
︱田︱ ╬╬╬╬╬
“Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal, wala

upun kepadanya telah dikatakan: “Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu.” ” Ibrani 11:17-18
Abraham mendapat janji Tuhan yang begitu luar biasa. Tuhan berjanji bahwa keturunannya akan menjadi banyak dan tidak terhitung seperti bintang-bintang di langit dan pasir di laut (Kej 15:5-6). Tuhan memberikan janji itu walaupun Abraham belum mempunyai anak sama sekali. Dan ketika anaknya Ishak telah lahir, Abraham menaruh harapan yang begitu besar kepada anak ini. Dia sangat yakin sekali bahwa melalui anak inilah keturunannya akan menjadi banyak. Ishak merupakan seorang anak yang begitu berharga dalam hidupnya.
Tetapi sekali lagi Tuhan menguji pengharapan Abraham dengan memintanya untuk mengorbankan Ishak, dengan kata lain Abraham harus membunuh anaknya untuk menjadi korban persembahan bagi Tuhan.Hal ini bukanlah suatu hal yang mudah. Melalui ujian ini Abraham dapat keluar menjadi pemenang (Rm 4:3).
Begitu banyak ujian-ujian iman yang sering kita hadapi dalam langkah hidup kita. Ujian dapat datang baik dalam pekerjaan kita, usaha/bisnis, studi, keluarga, rumah tangga, keuangan, pelayanan dan lain sebagainya. Sikap kita dalam menghadapi ujian-ujian tersebut akan menentukan apakah kita akan keluar menjadi pemenang.
Berikut 3 cara yang harus kita lakukan untuk dapat memenangkan ujian iman:

1. Taat
“Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran …… Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, …….. lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. ” Kej 22:2-3
Abraham memilih untuk taat kepada apa yang Tuhan firmankan. Dia tidak berargumen atau memberi alasan atas perintah yang diberikan. Dia bahkan tidak mau memikirkan apa yang akan terjadi jika dia melakukan perintah tersebut.
Tuhan sering menyampaikan pesanNya melalui masalah yang diijinkan dalam hidup kita. Jika Tuhan berbicara kepada kita baik melalui FirmanNya atau hambaNya, biarlah kita senantiasa taat dan melakukan perintahNya. Jangan biarkan logika pikiran kita menghalangi perbuatan kita untuk melakukan FirmanNya. Seringkali apa yang Tuhan perintahkan berlawanan dengan sifat-sifat dunia ini. Tanyalah kepada Tuhan apa yang Dia inginkan dalam kehidupan kita melalui masalah yang kita hadapi. Cari jawabanNya melalui Firman Tuhan. Lakukan apa yang telah difirmankan Tuhan bagi kita. Jika kita taat melakukan perintahNya, maka kita akan melihat perbuatanNya yang ajaib dalam kehidupan kita.

2. Rela Berkorban
“Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.” Kej 22:10
Ishak merupakan anak perjanjian antara Tuhan dan Abraham. Melalui Ishak-lah keturunan Abraham akan menjadi banyak dan tidak terhitung. Oleh karena itu Ishak merupakan anak yang begitu berharga bagi Abraham. Tetapi melalui ujian ini Tuhan menuntut Abraham untuk melepaskan hal yang begitu berharga dalam hidupnya. Abraham harus melepaskan haknya.
Begitu banyak masalah yang diijinkan Tuhan dalam hidup kita untuk menguji iman kita. Tidak sedikit di antaranya yang menuntut pengorbanan dari sesuatu yang begitu berharga dalam hidup kita. Tidak mudah juga bagi kita untuk melepaskan apa yang menjadi hak dalam hidup kita. Tetapi kita melihat bahwa apa yang seharusnya menjadi hak bagi Abraham, dia lepaskan demi Tuhan Allahnya.
Yesus juga melepaskan segala keilahianNya dan turun menjadi manusia bahkan rela mati di atas kayu salib demi menebus dosa manusia. Teladan yang telah diberikan oleh Yesus menjadi suatu hal yang harus kita lakukan juga dalam hidup kita. Proses pemurnian dalam hidup kita akan terus kita jalani hingga kita mencapai kepada kesempurnaan. Lepaskan segala kekerasan hati, amarah, dendam, sakit hati, kekecewaan yang ada dalam hati kita. Ampuni orang-orang yang telah menyakiti hati kita, menghina, memfitnah bahkan merendahkan kita.

Tidak mudah untuk melepaskan semuanya itu. Harga diri cenderung akan kita pertahankan dibanding melepaskan pengampunan. Tetapi ketika kita mau melepaskannya, sama dengan Yesus yang dimuliakan dan ditinggikan Allah Bapa setelah menjalani tugasnya di dunia ini, maka Tuhan juga akan memuliakan dan meninggikan hidup kita ketika kita mau rela berkorban sesuai dengan kehendak Bapa di surga.

3. Iman Percaya
“Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.” Ibr 11:19
Abraham begitu yakin bahwa Allahnya akan menyediakan apa yang dia butuhkan. Dia sangat percaya kepada Tuhan dan dia menaruh iman percayanya sepenuhnya kepada Tuhan.
“Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.” Kej 22:8
Ketika ujian datang dalam hidup kita, Tuhan ingin agar kita menyandarkan pengharapan kita sepenuhnya kepada Dia. Percaya 100% kepada kuasa Tuhan dan tidak meragukan akan kebesaran kuasaNya. Mungkin ada masalah dalam pekerjaan kita, keuangan, keluarga, rumah tangga, pelayanan dan lainnya; tetapi ketika kita berserah kepada Tuhan dan percaya sepenuhnya kepada Tuhan dan yakin bahwa Dia akan memberikan jalan keluar bagi kita, maka kita akan melihat jawaban yang telah Tuhan sediakan bagi kita.
Kemustahilan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang sulit, rumah tangga yang telah hancur berantakan, keuangan yang sudah morat-marit sehingga mencapai ambang kebangkrutan, itu semua bukanlah akhir dari segalanya. Yesuslah jawaban. Dialah Allah yang menyediakan segala jawaban yang kita butuhkan, Dialah Yehova Jireh (Kej 22:14). Sandarkan iman percaya kita sepenuhnya kepada Allah, maka tidak ada yang mustahil bagi kita yang percaya kepadaNya.
Ketaatan, pengorbanan dan iman percaya akan membawa kita melewati ujian-ujian dengan kemenangan yang Tuhan berikan. Tidak ada perintah yang terlalu susah dari Tuhan, tidak ada masalah yang terlalu berat di hadapan Tuhan, dan tidak ada hal yang mustahil bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Hadapi ujian imanmu dengan penuh ketaatan, pengorbanan dan iman percaya. Mujizat pasti terjadi!
“Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” ” 1 Kor 2:9
“Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin. ” Ef 3:20-21 (by Nuel)
Silahkan dibagikan, Tuhan Yesus mengasihi dan memberkati kita selalu.
 
 


Ujian Iman Membawa Ke Level Yang Lebih Tinggi
☆ ☆☆ ☆☆☆☆ ☆☆☆☆ ☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
╭⌒⌒╮╭⌒╮~╭⌒╮
╱◥█◣ ☆☆☆
︱田︱ ╬╬╬╬╬
“Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahw

a ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.” Yakobus 1:2-4
Hidup manusia senantiasa penuh dengan pencobaan. Melalui pencobaan-pencobaan itulah iman kita sebagai umat Tuhan diuji. Ketika kita sanggup melalui pencobaan tersebut maka tingkat iman kita akan semakin dekat kepada kesempurnaan. Pertumbuhan rohani kita akan semakin nyata dan menuju kepada kedewasaan secara rohani.
Banyak sekali tokoh-tokoh dalam Alkitab yang menjalani ujian-ujian iman. Dari kisah di perjanjian lama, kita dapat belajar ujian iman yang dialami oleh Yusuf. Selama hidupnya Yusuf mengalami berbagai macam ujian yang membawa dia kepada tingkat yang lebih tinggi lagi ketika dia berhasil melaluinya.

Berikut ujian-ujian iman yang dilalui oleh Yusuf:
1. Jubah maha indah ditanggalkan oleh kakak-kakaknya
(Kej 37:23)
2. Dilempar ke dalam sumur kosong (Kej 37:24)
3. Dijual sebagai seorang budak (Kej 37:28)
4. Difitnah oleh isteri Potifar (Kej 39:11-18)
5. Ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara (Kej 39:20)
6. Dilupakan oleh kepala juru minuman yang telah diartikan mimpinya (Kej 40:23)
Yusuf melalui masa-masa ujiannya selama kurang lebih 13 tahun sejak dari mimpinya sampai kepada pengangkatan dirinya sebagai penguasa Mesir nomor dua setelah Firaun. Setelah melalui 7 tahun masa kelimpahan di Mesir dan memasuki 7 tahun masa kelaparan, barulah dia bertemu kembali dengan kakak-kakaknya dan mimpinya-pun digenapi pada saat itu juga.
Yusuf menjadi seseorang yang sangat matang setelah bertahun-tahun melalui ujian demi ujian. Setiap ujian dijalaninya dengan ketekunan, tekun melakukan Firman Tuhan. Itulah kekuatan yang membawa Yusuf kepada kesempurnaan iman dan kedewasaan secara rohani. Ketika dia lulus dalam satu ujian iman, maka tingkat kerohaniannya bertambah. Ujian demi ujian yang dilalui membuat Yusuf semakin dekat kepada Tuhan dan Tuhanpun memberikan kepercayaan yang lebih besar lagi setiap kali Yusuf lulus dalam ujian imannya.
Demikian juga kita sebagai umat Tuhan, juga mengalami ujian-ujian yang sama. Tuhan ingin membawa umatNya kepada kesempurnaan. Perlu diingat bahwa semakin tinggi tingkat kerohanian seseorang, maka semakin berat ujian yang akan dihadapinya.
Seorang anak SMP akan menjalani ujian yang lebih berat dibanding dengan tingkat SD. Seorang anak SMU akan menjalani ujian yang lebih berat lagi dibanding dengan tingkat SMP. Pada saat kuliahpun ujiannya akan jauh lebih berat dibanding saat masih SMU. Ujian-ujian yang dialami juga akan memberikan tekanan yang semakin berat dan keadaan yang tidak nyaman bagi setiap pesertanya. Tetapi ketika lulus dari ujian tersebut, maka setiap siswa akan merasakan sukacita dan kelepasan yang luar biasa. Dan mereka akan naik kepada tingkat yang lebih tinggi dibanding sebelumnya.
Setiap masalah dan pencobaan yang datang ke dalam hidup kita bukanlah terjadi begitu saja. Semuanya datang dengan seijin Tuhan. Dan Tuhan ingin membawa kita langkah demi langkah menuju kepada kesempurnaan hidup.

“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. ” Ibr 12:1-2
“Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus” Efesus 4:1. (by Nuel)
Silahkan dibagikan, Tuhan Yesus mengasihi dan memberkati kita selalu.
 
 


ans!!